Beranda Headline Sebar Video diduga Pengkristenisasi Pengungsi Lombok, Gadis Ini Diperiksa Polisi

Sebar Video diduga Pengkristenisasi Pengungsi Lombok, Gadis Ini Diperiksa Polisi

NTB | Kabardaerah.com – Pemeriksaan atas Dewi Handayani (Perekam video para oknum yang diduga melakukan kristenisasi di pengungsian lombok utara) akhirnya selesai, Jum’at (31/8/2018) jelang shalat magrib.

Dewi Handayani (19) diperiksa penyidik di Mapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) usai shalat Jum’at.

Maharani Hasan Relawan Gempa Lombok, dari Komunitas SIJUM yang tengah melangsungkan giat sosial di Lombok mendampingi Dewi Handayani yang saat ini sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat.

“Alhamdulillah, Jelang magrib tadi, pemeriksaan atas Dewi Handayani, akhirnya selesai,” ucap Maharani saat dikonfirmasi Kabardaerah.com sekira pukul 20.20 WIB.

Lanjutnya, polisi mencukupkan pemeriksaan, atau merasa cukup mendapatkan informasi seputar video yang diduga kristenisasi yang temah viral di Media Sosial itu.

“Dewi Handayani diizinkan pulang, dengan catatan akan memanggil kembali dirinya, jika nanti informasinya akan dibutuhkan lagi,” terang Maharani yang hadir ke Mapolda NTB untuk memberikan dukungan moril terhadap Dewi.

Saya berdoa, Lanjutnya, semoga polisi tidal lagi memanggil Dewi Handayani, saya secara pribadi tidak tega lihatnya, wajahnya, lelah dan juga terlihat beban moral karna harus berurusan dengan pihak polisi.

“Tadipun diruang penyidikan, sempat dewi berucap ke polwan yang melakukan pemeriksaan : saya takut.
Dijawab oleh polwannya, gak papa kok, kita kan baik – baik, gak usah takut yah,” kiasah Maharani.

Terlebih ketika saya memeluk tubuh mungilnya tadi untuk memberikan support sebelum pemerikasaan, saya faham dia butuh dukungan kita semua, papar Maharani.

“Sebaliknya, saya berharap pihak polda NTB bisa segera menyelidiki kasus – kasus dugaan kristenisasi di pengungsian, menindak tegas dengan semua bukti- bukti yang ada,” Pinta Maharani.

Sambungnya, bukan hanya bukti video Dewi Handayani saja, tapi juga banyak bukti – bukti lain, yang insyaallah sedang di susun untuk dilaporkan ke Polda NTB, tutup Maharani.

Sejauh berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Mapolda NTB.