Beranda Headline Sejumlah Bukti Dugaan Pengkristenisasi Pengungsi Lombok, Akan dilaporkan Ke Polda NTB

Sejumlah Bukti Dugaan Pengkristenisasi Pengungsi Lombok, Akan dilaporkan Ke Polda NTB

NTB | Kabardaerah.com – Dewi Handayani (Perekam video para oknum yang diduga melakukan kristenisasi di pengungsian lombok utara) diperiksa usai shalat Jum’at dan selesai jelang shalat magrib di Mapolda NTB, Jum’at (31/8/2018).

Maharani Hasan Relawan Gempa Lombok, dari Komunitas SIJUM yang tengah melangsungkan giat sosial di Lombok mendampingi Dewi Handayani yang saat ini sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Kepada Kabardaerah.com, Maharani Hasan mengatakan bahwa pada Sabtu (1/9/2018) besok, akan ada diskusi antar ormas islam di Nusa Tenggara Timur (NTB), untuk membicarakan dan menyusun langkah dalam pendampingan Dewi Handayani (19).

Maharani berharap pihak polda NTB bisa segera menyelidiki kasus – kasus dugaan kristenisasi di pengungsian, menindak tegas dengan semua bukti- bukti yang ada.

Saat ini, kata Maharani, sedang di susun bukti – bukti lainnya terkait dugaan pengkristenisasi di pengungsian korban gempa lombok, untuk kemudian dilaporkan ke Polda NTB.

“Saudara muslimku sekalian, Dewi Handayani hanyalah gadis kecil mahasiswa STIKES, warga lokal yang juga menjadi korban dari gempa lombok,” terang Maharani.

Lanjutnya, rumah Dewi Handayani juga hancur, yang tersisa hanya puing – puing runtuhan, yang kini sudah rata dengan tanah.

“Bedanya dengan pengungsi lain, Dewi Handayani selain sebagai korban bencana, dia ikut terjun menjadi relawan dipengungsian sebagai team trauma healing,” ucap Maharani.

Saat dia sebagai relawan itulah, Lanjutnya, Dewi melihat adanya dugaan praktek kristenisasi, lalu ia langsung video kan kegiatan tersebut.

“Sudah sepantasnya kita mendampingi Dewi Handayani, yang dalam keterangannya sebagai korban, masih mau meluangkan waktunya untuk menolong para pengungsi lain, dari target kristenisasi,” kata Maharani.

Mari terus kita suport Dewi Handayani dengan doa, semoga Alalh senantiasa menjaganya dan melindunginya.

“Mari terus kita kawal kasusnya, sampai betul – betul polisi hentikan penyelidikannya,” paparnya.